|
Beberapa teman saya yang jauh lebih mahir dalam membuat website, mengatakan masih enggan memakai joomla
Saya bertanya alasan alasan apa saja, sehingga mereka masih enggan memakai joomla, Tarigan : Sudah pernah tahu CMS, khususnya Joomla CMS..? Tugiran : Sudah, aku tahu sudah banyak situs situs menggunakan Joomla, yang personal, corporate, maupun situs pemerintaan sekalipun. Tapi saya belum pernah sama sekali makai joomla Tarigan : Kira kira alasan nya kok nda pakai joomla Tugiran : Banyak Bug nya, banyak situs joomla yang jadi bulan bulanan para dedemit cyber, lihat tu di zone-h maupun di detik, sering banget bertebaran site joomla yang korban defaced. Tarigan : Kira kira mengapa sampai itu terjadi, apakah adminnya yang nda update Modue, component yang dipakai. Memakai module , component ang mengandung bug, kesalahan script, atau adminnya yang salah dalam configurasi file akses. Tugiran : Rata rata sih karena Bug pada Module, atau component yang dipakai, tapi menurut aku itu tidak akan terjadi kalau admintnya Update dan mengikuti perkembangan, tapi gimana Support dari Joomla Dev nya..? Tarigan : Setiap Module atau component yang di release, setiap dev maupun thrid party developers, akan selalu memberitahukan apakah module itu sudah fix, atau akan merelease kembali versi yang fix sebagai masukan, joomla setiap mengeluarkan versi yang lebih tinggi, akan menyertakan informasi seperti contoh berikut ini : Joomla! 1.0.13 features: - Several low-risk security fixes
- Improved password storage system
- Easier control over Register Globals Emulation
- An Itemid backwards compatibility setting
- Improved administrative session security
- Improved HTTP/HTTPS switchover support
Tugiran : Adakah vendor yang bertanggung jawab kalau joomla yang dipakai di web kita itu rusak, ..? Tarigan : Joomla sepenuhnya didukung oleh ribuan dev nya dan Joomla! is dependent on third party extensions, Soal licensing, aku jawabnya in english ya "Open Source Matters has the copyright on the combined entity. The copyright is derivative of the underlying copyrights held by the people who developed the code and is subject to licensing limitations", selanjutnya temen sekelas aku ya yang jawab, soal licensing itu The FAQ's on http://www.gnu.org/licenses/gpl-faq.html say :
1. http://www.gnu.org/licenses/gpl-faq.html#GPLAndPlugins
If the program dynamically links plug-ins, and they make function calls to each other and share data structures, we believe they form a single program, which must be treated as an extension of both the main program and the plug-ins. This means the plug-ins must be released under the GPL or a GPL-compatible free software license, and that the terms of the GPL must be followed when those plug-ins are distributed.
2. http://www.gnu.org/licenses/gpl-faq.html#TOCMereAggregation
Combining two modules means connecting them together so that they form a single larger program. If either part is covered by the GPL, the whole combination must also be released under the GPL--if you can't, or won't, do that, you may not combine them.
This means that installing/adding a component/module/plugin to Joomla! is creating a combined work, if the third party developer doesn't want to violate the GPL he will need to release the module/component/plugin under the GPL or GPL-compatible license. It also means that a third party developer cannot encrypt his extension, without also making the code available when distributing the extension (hence the term open source license). Templates are considered a special case, see also : http://www.gnu.org/licenses/gpl-faq.html#TOCWMS Tugiran : Who are the copyright/license owners of extensions that work with Joomla? Tarigan : The developers of those extensions. ------------------ CUT........ soal ini jangan diteruskan, karena sedang dalam peributan antar dev nya joomla...sudah biasa, kalau sebuah project yang sudah besar, akan selalu mempeributkan soal licensing nya  --- Can Joomla! extensions be released under non-GPL compatible licenses .... Tugiran : Untuk pengelolaan/maintenan nya apakah lebih susah daripada kalau aku cooding sendiri Tarigan : Kebetulan dalam pengelolaan Joomla tidak begitu menuntut untuk mengetahui expert web cooding Tugiran : bagaimana Joomla dengan Ajax functionality..? Tarigan : Joomlas system is locked up, its hard to implement any ajax functionality at all, you have to rely on component and module hacks. And most of the good ajax components or modules have different libraries, that often collide and equire hacks. AND some are commercial, so source code is not allowed to be changed. Joomla 1.5 have ajax functionallity built in to backend Demikianlah percakapan "bodoh" antara tugiran dan tarigan, dibilang percakapan bodoh, soalnya ngobrolnya di kantin, pas lagi males malesnya masuk kuliah  NB : Jika ada nama ataupun inisial yang kebetulan dengan nama anda, penulis memohon maaf, karena tidak ada unsur kesengajaan dan paksaan, apalagi intimidasi dari pihak manapun, semuanya bebas, selama anda masih memperhatikan norma aturan yang berlaku baik tertulis maupun yang tidak tertulis, baik yang dilindungi oleh perundang-undangan maupun etika kehidupan kita. aku ngomong apa sih...... kan dah dibilang percakapan orang bodoh |