Archive for the 'Memaknai Hidup' Category

Andai saja kita dikasi kemampuan untuk memahami dan dikasi kesempatan untuk memilih, apakah mau hidup kaya/miskin, senang/sedih, kecukupan/sederhana,
Kita hanya dikasi 2 pilihan, mau hidup atau mati ..
Andai saja setiap manusia bisa saling meghargai,, bisa saling memaklumin ketika dalam keadaan salah sekalipun, tidak pernah menganggap kesalahan itu suatu kekeliruan
Kita cenderung bilang “yang penting jgn senggol gwe aje”
Setiap hari kita bekerja, mencari uang, mencari kebahagiaan, dikejar target, harus lebih untung hari ini ketimbang kemaren, hari ini harus udah kelar dll
Cari tu kepuasan,nda bakalan dikasi, nda bakalan ketemu !!
Kita selalu ketakutan, dikejar kekawatiran ketika yg kita dapetin nda sesuai dengan apa yang udah kita targetkan, obsesi seorang manusia kadang menjadi boomerang, terus bagusnya nyantai aja dengan apa yg kita buat, memaksimalkan yg bisa kita kerjain, menikmatin apa yg dah kita dapet hari ini, udah cukup utk membuat kita besok bisa lebih bagus lagi…
Ya gitudeh, temenku pernah bilang “Hidup kok nda bersyukur”
Nda sekedar celotehan tapi cenderung kita selalu melupakan, atau ada hal mendasar yang acapkali kita lupa, yakni bagaimana kita memaknai hidup, bagaimana relepansinya dengan apakah kita masih menganggap kalau hidup kita itu untuk orang lain..?
Renungkan berapa banyak orang yang kita kecewakan sehari ini, berapa orang yang bilang “makasih ya” kepada kita… kalau saja ada kata maaf buat apa ada polisi..? kalau saja semuanya berjalan sesuai dengan kaedah, “idealnya begini loo” lantas apakah dunia ini masih tetep berwarna, ataukah warnanya makin banyak..
Mari bersama sama beri sedikit waktu utk memaknai hidup
I love my past. I love my present. I’m not ashamed of what I’ve had, and I’m not sad because I have it no longer. (Colette)